Hadijah merupakan salah satu warga yang bertempat tinggal di area ring 1 PLTU Pangkalan Susu. Dirinya akrab disapa dengan panggilan Mak Ijah, memiliki banyak cucu. Namun diusia tak lagi muda, Mak Ijah terus bersemangat untuk terbebas dari “jebakan” abu batu bara. Puisi yang ditulis Rimba, Mak Ijah bawakan sebagai bentuk protes mewakili masyarakat Pangkalan Susu terhadap ruang hidupnya yang tercemar karena ulah industri ekstraktif.