
Bulu Cina, 9 Juni 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) telah melaksanakan survei perdana di Desa Bulu Cina sebagai bagian dari upaya intervensi sosial dalam mendata warga migran internal dan mengidentifikasi kebutuhan bantuan sosial yang mendesak. Desa ini merupakan satu dari beberapa desa yang tengah menjadi fokus pemetaan dan pemberdayaan oleh YSL dalam program advokasi dan penguatan layanan sosial berbasis komunitas.
Kegiatan yang berlangsung pada 5 Juli 2025 ini melibatkan tim survei dari YSL yang berkoordinasi dengan aparatur desa dan tokoh masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk memperoleh data akurat mengenai status kependudukan, jaminan sosial, serta jenis bantuan sosial yang dibutuhkan oleh kelompok rentan, khususnya warga migran internal yang belum sepenuhnya terjangkau layanan negara.
Hasil awal menunjukkan bahwa sekitar 60 persen responden belum memiliki jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian besar dari mereka tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga berisiko tidak mendapatkan akses terhadap program bantuan pemerintah yang ada.
Direktur Program YSL, Sumiati Surbakti menyatakan bahwa temuan ini mempertegas urgensi pendataan menyeluruh di tingkat desa. “Data ini menjadi dasar untuk memperjuangkan hak-hak mereka dalam mendapatkan perlindungan sosial yang layak, terutama bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari sistem,” ujar Lestari.
YSL berkomitmen untuk melanjutkan survei ke desa-desa lainnya dalam waktu dekat dan akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal serta lembaga pemerintah guna mendorong penyusunan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kelompok migran internal.