
Desa Sei Siur, 11 Juni 2024 — Warga Desa Sei Siur bersama tim pendataan melakukan pertemuan pada Selasa, 11 Juni, guna melaksanakan survey dan pemetaan langsung kondisi warga di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi warga yang layak mendapatkan bantuan sosial, namun belum pernah terdata sebagai penerima.
Pertemuan dibuka oleh Mimi Surbakti yang memaparkan maksud kegiatan tersebut, yaitu menghimpun data akurat sebagai landasan untuk mendesak pemerintah agar penyaluran bantuan lebih merata dan tepat sasaran.
Dalam diskusi, sejumlah warga menyampaikan keresahan terkait pendataan penerima bantuan yang dianggap tidak adil. Banyak warga yang menyebutkan bahwa survey jarang dilakukan, sehingga informasi yang digunakan masih mengandalkan data lama. Akibatnya, bantuan justru diterima oleh warga yang memiliki lahan luas, sementara mereka yang benar-benar membutuhkan sering kali terabaikan hanya karena status pekerjaan di KTP tercatat sebagai wiraswasta.
Menanggapi hal itu, Mimi Surbakti menekankan pentingnya ketersediaan data yang rapi dan mutakhir di tingkat desa. Ia menilai bahwa persoalan distribusi bantuan bermula dari basis data yang semrawut, sehingga pendataan mandiri yang akurat menjadi kunci agar warga yang berhak benar-benar memperoleh haknya.
“Bantuan itu memang dari pemerintah pusat, tetapi proses pengumpulan datanya diatur di tingkat desa. Jika datanya tidak valid, bantuan pun bisa salah sasaran. Karena itu kami hadir di sini untuk membantu warga memiliki data yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Mimi.
Sejumlah warga juga menyoroti mekanisme penerimaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang dinilai tidak jelas kriteria dan prosedurnya. Selama ini, mereka kebingungan ke mana harus mengadu jika menemui kendala dalam pengajuan bantuan.
Dewi, selaku pendamping masyarakat, menambahkan bahwa forum diskusi ini menjadi ruang bagi warga untuk mengutarakan persoalan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai alur pengajuan bantuan.
“Lewat pendataan ini, kita akan mendesak dinas terkait untuk turun langsung ke Desa Sei Siur dan melakukan survey ulang. Harapannya, mereka yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan bantuan yang semestinya,” jelas Dewi.
Survey dan pemetaan yang dilakukan di Desa Sei Siur pada 11 Juni 2024 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem pendataan warga penerima bantuan sosial, sehingga ke depan bantuan pemerintah dapat menjangkau warga miskin yang benar-benar layak menerimanya.