YSL Mengikuti Undangan Sinkronisasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat oleh DLHK Sumut

Medan, 31 Juli 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) turut hadir dalam kegiatan Sinkronisasi Kegiatan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara. Pertemuan ini digelar pada Kamis, 31 Juli 2025, pukul 10.00 WIB, bertempat di ruang rapat DLHK Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kolaborasi serta menyelaraskan data dan program yang dijalankan oleh LSM/NGO mitra pemerintah dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat di wilayah Sumatera Utara. Dalam surat undangan bernomor 500.4.4.3/135/DISLHK – PHPS/VII/2025, DLHK menekankan pentingnya integrasi data dan koordinasi guna meningkatkan efektivitas pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

YSL menjadi salah satu dari 41 lembaga yang diundang, bersama organisasi lingkungan terkemuka lainnya seperti WALHI Sumut, AMAN Sumut, YAGASU, dan WWF Indonesia. Setiap perwakilan lembaga diminta untuk membawa data terkait kegiatan yang telah dilaksanakan maupun rencana pemberian bantuan kepada masyarakat di wilayah dampingan masing-masing.

Sebagai organisasi yang berfokus pada isu keadilan lingkungan dan penguatan peran perempuan dalam advokasi iklim, YSL selama ini aktif bekerja di berbagai wilayah pesisir dan desa penyangga kawasan hutan di Sumatera Utara. Melalui pendekatan community organizing, YSL mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, termasuk dalam mendorong akses terhadap bantuan sosial, layanan dasar, serta ruang partisipasi dalam pengambilan keputusan lingkungan.

Salah satu fokus kerja YSL adalah mendampingi komunitas terdampak PLTU batu bara dan memfasilitasi inisiatif transisi energi berbasis komunitas, seperti pemanfaatan energi terbarukan di dua pesantren. Selain itu, YSL juga menginisiasi pelatihan literasi iklim, kampanye penyadartahuan publik, serta penguatan jejaring masyarakat adat dan perempuan akar rumput dalam perlindungan kawasan ekosistem hutan dan pesisir.

Kehadiran YSL dalam forum ini memperkuat komitmen lembaga dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan pemberdayaan komunitas akar rumput dan pemajuan hak atas lingkungan yang sehat bagi kelompok rentan di Sumatera Utara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top