YSL Salurkan Bantuan Kebutuhan Pangan untuk Warga Terdampak Banjir di Kwala Serapuh

Bantuan yang di Salurkan Oleh YSL

Kwala Serapuh, 30 November 2025 – Banjir besar yang melanda Desa Kwala Serapuh sejak 27 November 2025 menyebabkan dua dusun, yakni Dusun 3 dan Dusun 4 yang terendam parah dengan ketinggian air bervariasi mulai dari selutut hingga mencapai seleher orang dewasa. Di beberapa titik, air bahkan dilaporkan sempat mencapai sekitar dua meter, merendam rumah-rumah warga dan memutus akses pangan serta aktivitas ekonomi masyarakat pesisir ini.

Di tengah kondisi sulit tersebut, Yayasan Srikandi Lestari (YSL) menjadi salah satu lembaga pertama yang berhasil menyalurkan bantuan kebutuhan pangan bagi warga terdampak. Bantuan berupa beras, telur, mie instan, minyak goreng, air mineral, dan makanan cepat saji ini diserahkan langsung kepada warga Dusun 3 dan 4 yang selama beberapa hari terakhir bertahan dengan persediaan terbatas.

Data terbaru mencatat sedikitnya ±333 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Kwala Serapuh terdampak banjir, sementara ±30 KK dari Desa Pematang Cengal terpaksa mengungsi ke Kwala Serapuh sejak 29 November. Banyak warga kehilangan bahan pangan, perabotan rumah tangga, serta stok kebutuhan harian karena air masuk dengan cepat dan merendam hampir seluruh isi rumah.

Meski mulai surut pada 30 November, kondisi air masih mencapai selutut hingga sepinggang di beberapa wilayah, menyulitkan warga untuk membersihkan rumah ataupun kembali beraktivitas normal.

Kedatangan YSL disambut haru oleh warga yang sejak awal kejadian belum mendapatkan pasokan bantuan berarti. Jalur menuju Kwala Serapuh sempat sulit ditembus akibat genangan air dan kerusakan akses jalan.

Salah satu warga, Samsir, menggambarkan bagaimana warga berjuang bertahan sejak banjir datang:

“Sejak banjir masuk tanggal 27 itu, kami benar-benar kehabisan stok makanan. Air terus naik sampai hampir seleher. Baru hari ini ada bantuan masuk, dan kami sangat terbantu. Terima kasih kepada YSL yang sudah datang ke sini.”

Direktur YSL, Sumiati Surbakti, menegaskan bahwa kehadiran YSL merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen lembaga terhadap masyarakat pesisir yang rentan.

“Kami datang karena masyarakat di Kwala Serapuh tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana ini sendirian. Banjir ini bukan hanya merendam rumah, tapi juga memutus akses pangan dan penghidupan mereka.”

Ia menambahkan bahwa YSL telah memetakan kebutuhan darurat lain yang segera harus dipenuhi.

“YSL akan terus memantau kondisi terbaru. Kami sudah mencatat kebutuhan mendesak lain seperti air bersih, perlengkapan kebersihan, dan dukungan kesehatan. Kami berharap pemerintah dan lembaga lain segera menyusul agar pemulihan berjalan cepat.”

Meski air mulai surut, warga Kwala Serapuh masih membutuhkan pasokan pangan tambahan, air bersih, obat-obatan, serta dukungan untuk membersihkan dan memperbaiki rumah. Tak sedikit keluarga yang tinggal di bangunan penuh lumpur, sementara sebagian lainnya masih berada di lokasi pengungsian sementara.

Bantuan awal dari YSL memberi napas bagi warga, namun pemulihan penuh diperkirakan memakan waktu panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top