
Langkat, 2 Desember 2025 – Sudah 10 hari lamanya warga Desa Kwala Langkat hidup tanpa aliran listrik sejak banjir besar disertai angin kencang melanda kawasan pesisir tersebut. Hingga 1 Desember 2025, kondisi desa masih gelap gulita dan akses informasi pun terputus total akibat jaringan internet yang lumpuh.
Bencana itu juga memukul keras kehidupan para nelayan. Gelombang tinggi membuat warga tidak dapat melaut, sementara kerang dan ikan yang terdampar justru ditemukan dalam kondisi sudah membusuk, sehingga tak bisa dikonsumsi. “Beberapa nelayan terpaksa tetap melaut demi bertahan hidup. Mereka dapat hasil, tapi tidak ada tengkulak, jadi ikan-ikan itu tidak laku dijual,” ujar Akmal, salah satu warga Kwala Langkat.
Situasi semakin genting karena warga mengaku sudah lima hari terakhir hampir tidak memiliki makanan, termasuk kesulitan mengakses air bersih. Dengan akses transportasi dan komunikasi yang terputus, bantuan pun tak kunjung hadir. “Kami sudah kelaparan beberapa hari, bahan makanan pun tidak ada yang bisa dibeli, warung-warung kecil juga tidak lagi punya stok makanan untuk dibeli,” tambah Akmal.
Di tengah kondisi darurat tersebut, Yayasan Srikandi Lestari (YSL) menjadi lembaga pertama yang menyalurkan bantuan. Aksi kemanusiaan itu dilakukan bersama sejumlah organisasi lain seperti LBH Apik, GJI, dan Walhi Sumut.

“Pemerintah sampai saat ini belum memberikan bantuan apa pun kepada warga Kwala Langkat,” ucap Syahrial, salah satu warga Kwala Langkat yang ikut dalam proses penyerahan bantuan.
Kekosongan bantuan inilah yang membuat YSL dan jaringan lembaga masyarakat sipil bergerak cepat. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, mulai dari beras, gula, minyak goreng, mi instan, telur, serta kebutuhan sanitasi seperti pembalut dan diapers. Warga menyebut bantuan ini di tengah kelaparan dan keterisolasian.
Direktur YSL, Sumiati, menegaskan bahwa upaya mereka tidak berhenti di pendistribusian pertama. “YSL akan terus mengupayakan bantuan lanjutan untuk warga Kwala Langkat hingga situasi membaik,” ujarnya.

Hingga berita ini dibuat, kondisi desa masih membutuhkan suplai makanan, air bersih, obat-obatan, serta dukungan pemerintah untuk mempercepat pemulihan.
YSL juga membuka donasi untuk bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Yayasan Srikandi Lestari (Bank BRI: 7323-01-009079-53-2).




