Relokasi Warga Desa Kwala Langkat:  Perjuangan Melawan Deforestasi dan Abrasi di Desanya

Langkat, 25 Januari 2025– Yayasan Srikandi Lestari fasilitasi relokasi bagi warga Desa Kwala di Pamah View, Langkat pada 25 Januari 2025. Relokasi ini bertujuan sebagai ruang aman bagi para pejuang lingkungan yang melawan deforestasi dan melestarikan alam dari abrasi. 


Kehadiran warga Desa Kwala Langkat dalam kegiatan ini tidak terlepas dari kisah panjang perjuangan yang menguras energi dan mental: perjuangan melawan perusakan hutan yang memperparah kondisi lingkungan, termasuk ancaman abrasi yang nyata.


Perjuangan di Kwala Langkat mendapatkan sorotan tajam karena adanya kriminalisasi terhadap salah satu pejuangnya. Warga Kwala Langkat hadir di Pamah View membawa kisah pilu tentang Ilham Mahmudi, seorang pejuang lingkungan yang dikriminalisasi dan dipenjara. Keberaniannya dalam melawan deforestasi dan perusakan hutan yang mengancam desa dan mata pencaharian mereka berbuah tekanan berat dan pembungkaman.


Kasus ini menjadi representasi betapa tingginya risiko yang harus dihadapi oleh masyarakat adat dan lokal ketika mereka berdiri tegak membela hak hidup yang adil dan lingkungan yang sehat. Tekanan, ancaman, hingga trauma menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mempertahankan tanah dan hutan mereka dari pihak-pihak yang merusak.


Sebagaimana disampaikan oleh Direktur YSL, Sumiati Surbakti, “Merawat kondisi mental para pembela HAM sama pentingnya dengan mendukung perjuangan mereka di lapangan.” Pengalaman-pengalaman pahit seperti intimidasi hingga kriminalisasi, menyisakan trauma, kecemasan, dan kelelahan emosional.


Kegiatan relokasi di Pamah View menjadi titik balik bagi para pejuang dari Kwala Langkat dan desa lainnya. Melalui sesi healing dan berbagi cerita, mereka menemukan kembali energi positif yang sempat terkikis. Yang paling penting, pertemuan ini membentuk solidaritas baru yang kuat.


Kehadiran komunitas Kwala Langkat memperjelas bahwa isu lingkungan adalah masalah multidimensi. Bagi mereka, deforestasi tidak hanya menghilangkan tutupan hijau, tetapi juga mempercepat abrasi dan kerusakan pesisir, mengancam keberlangsungan hidup desa. Mereka menyadari bahwa keberanian adalah langkah untuk terus maju meski ketakutan itu hadir.


Kini, dukungan antar komunitas dan antara sesama keluarga menjadi kekuatan utama yang menjaga harapan perjuangan mereka tetap hidup. Warga Kwala Langkat pulang dari Pamah View dengan energi baru, siap untuk terus menyuarakan keadilan dan mempertahankan tanah, hutan, serta masa depan komunitas mereka dari ancaman deforestasi dan abrasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Review My Order

0

Subtotal