
Sumatera Utara, 17 Desember 2025 – Yayasan Srikandi Lestari (YSL) kembali menyalurkan bantuan langsung berupa paket sembako kepada 120 komunitas dampingan yang terdampak bencana banjir di lima desa, yakni Desa Pulau Sembilan, Desa Bulu Cina, Desa Kwala Serapuh, Desa Sei Siur, dan Desa Kwala Langkat. Bantuan ini diberikan sebagai respons atas kondisi darurat yang dialami masyarakat akibat banjir yang merusak rumah, lahan penghidupan, serta mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Komunitas penerima bantuan merupakan kelompok masyarakat desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, pesisir, dan kerja harian yang sangat rentan terhadap bencana alam. Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan gagal panen, hilangnya sumber pendapatan sementara, serta kerusakan peralatan kerja dan kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi tersebut, perempuan dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak karena harus tetap memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.

Penyaluran bantuan sembako ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dasar keluarga korban banjir, sekaligus meringankan beban ekonomi pascabencana. Bantuan disalurkan langsung kepada komunitas dampingan YSL.
Perwakilan YSL menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam merespons bencana sekaligus memperkuat ketahanan komunitas. Selama ini, YSL melakukan pendampingan di desa-desa tersebut melalui penguatan kapasitas perempuan, peningkatan kesadaran hak, serta advokasi perlindungan sosial dan lingkungan. Bencana banjir yang berulang menjadi pengingat pentingnya perlindungan komunitas dari dampak krisis iklim dan kerusakan lingkungan.

Masyarakat penerima bantuan menyambut baik dukungan tersebut dan menyampaikan bahwa bantuan sembako sangat membantu di tengah kondisi pemulihan yang belum sepenuhnya berjalan. Banyak warga masih kesulitan kembali bekerja karena lahan dan akses transportasi yang terdampak banjir, sehingga bantuan pangan menjadi kebutuhan mendesak.
Melalui kegiatan ini, YSL berharap tidak hanya dapat membantu pemulihan jangka pendek pascabencana, tetapi juga mendorong perhatian berbagai pihak terhadap kondisi komunitas desa yang rentan terhadap bencana. YSL menegaskan pentingnya upaya kolaboratif untuk membangun sistem perlindungan dan ketahanan sosial berbasis komunitas agar dampak bencana tidak terus memperparah kerentanan ekonomi dan sosial masyarakat desa.





