Yayasan Srikandi Lestari Salurkan Bantuan Pangan untuk 2.000 Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang dan Langsa

Aceh, 28 Desember 2025 — Yayasan Srikandi Lestari menyalurkan paket bantuan pangan kepada 2.000 warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya YSL untuk merespons krisis pangan yang melanda wilayah Aceh bagian timur pada akhir 2025 akibat bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh hujan ekstrem dan banjir bandang.

YSL mendistribusikan paket bantuan yang berisi beras, mie instan, minyak goreng, serta makanan siap santap dan makanan bergizi untuk anak dan lansia per 28 Desember 2025. Total penerima manfaat mencapai ±2.000 orang dari berbagai desa dan kawasan pengungsian di Aceh Tamiang dan Langsa. Program ini sudah dijalankan selama fase tanggap darurat Desember 2025.

Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November hingga Desember 2025 telah membawa dampak sosial besar. Wilayah Aceh Tamiang dan Langsa adalah dua dari puluhan daerah terdampak, di mana ratusan rumah rusak berat, ribuan warga mengungsi, dan kebutuhan pokok menjadi sangat mendesak. Pemerintah pusat dan berbagai relawan melaporkan banyak fasilitas rusak, termasuk akses jalan dan kebutuhan dasar yang terganggu akibat luapan sungai serta tanah longsor.

Menurut laporan kondisi tanggap darurat, sebagian besar akses logistik menuju titik-titik pedesaan sempat terputus dan proses distribusi bantuan berjalan lambat hingga akses jalan kembali dibuka. Beberapa posko pengungsian di Aceh Tamiang dan Langsa terus menjadi titik distribusi bantuan oleh pemerintah dan relawan.

Hingga Desember 2025, jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, termasuk Aceh Tamiang, telah mencapai ratusan jiwa dan puluhan ribu warga mengungsi, dengan kerusakan fisik signifikan pada perumahan serta fasilitas publik. Kondisi ini memperbesar kerentanan pangan masyarakat setempat.

Yayasan Srikandi Lestari, meskipun dikenal sebelumnya lebih aktif pada isu lingkungan dan pemberdayaan komunitas, merespons situasi darurat dengan mengerahkan sumber daya untuk bantuan langsung berupa pangan kepada warga terdampak bencana. Pendekatan ini sejalan dengan visi lembaga untuk mendampingi komunitas yang rentan dan terdampak perubahan besar, terutama dalam konteks krisis pangan pascabanjir.

Direktur Program YSL mengatakan bahwa pemberian paket pangan merupakan langkah awal yang krusial untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sambil terus mengembangkan program lanjutan, termasuk pendampingan psikosisoal pascabencana agar ketahanan sosial mereka meningkat dalam jangka panjang.

Kehadiran YSL di tengah upaya kolektif ini menjadi bagian dari respons lintas sektor, yang tidak hanya menolong secara langsung kebutuhan pangan tetapi juga menguatkan kolaborasi sosial guna mempercepat pemulihan komunitas di wilayah terdampak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Review My Order

0

Subtotal