
Deli Serdang, 10 Desember 2025 – Yayasan Srikandi Lestari (YSL) memberikan pendampingan psikososial dan bantuan sembako kepada 50 anak korban banjir di Desa Bulu Cina, sebagai bagian dari tanggap tanggap darurat pascabanjir besar yang menghantam Pulau Sumatera pada akhir November 2025.
Kegiatan ini mencakup sesi dukungan psikososial untuk anak-anak serta penyampaian paket sembako kepada keluarga terdampak, yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus membantu pemulihan fisik dan mental pascabanjir.
Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, terutama Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terjadi sejak pertengahan hingga akhir November 2025 akibat kombinasi curah hujan ekstrem dan kondisi lingkungan yang rapuh. Curah hujan harian pada periode puncak bahkan tercatat jauh di atas rata-rata normal tahunan, dengan beberapa titik mencapai lebih dari 400 mm dalam satu hari, jauh melebihi kapasitas daratan normal untuk menahan dan menyerap air hujan. Fenomena Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka turut memperparah intensitas hujan dan banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Akibat kejadian ini, ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, akses infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum rusak parah, serta pasokan udara bersih menjadi tantangan bagi banyak komunitas. Data terbaru menunjukkan bencana ini telah menyebabkan ribuan jiwa rumah rusak, puluhan ribu warga mengungsi, dan jumlah korban meningkat secara signifikan.
Ahli lingkungan menyebutkan bahwa selain faktor cuaca ekstrem, kerusakan ekosistem dan deforestasi di daerah tangkapan air juga membantu banjir karena tanah yang sudah kehilangan kemampuan menyerap air hujan menyebabkan aliran permukaan semakin deras.
Anak-anak di Desa Bulu Cina yang terdampak banjir menunjukkan gejala stres, cemas, dan ketidaknyamanan emosional akibat kehilangan rumah, sekolah, dan rutinitas keseharian mereka. Untuk itu, YSL mengadakan rangkaian kegiatan psikososial, termasuk bercerita, melukis, mewarnai, bermain permainan edukatif, dan aktivitas seni yang dirancang khusus untuk membantu mereka mengekspresikan emosi dan merasa aman meski baru mengalami trauma akibat bencana.
Staf dari YSL mengatakan bahwa dukungan emosional menjadi sangat penting karena anak-anak sering kali paling rentan terhadap tekanan psikologis setelah bencana besar. Dengan kegiatan yang menyenangkan namun bermakna ini, YSL berharap anak-anak dapat merasakan kembali keceriaan serta beradaptasi dengan perubahan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Selain pendampingan psikososial, YSL juga membagikan paket sembako yang berisi kebutuhan dasar kepada keluarga anak-anak terdampak di Desa Bulu Cina. Bantuan ini mencakup bahan pangan dan kebutuhan pokok untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sementara waktu, mengingat banyak keluarga yang kehilangan sumber penghasilan akibat bencana. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh tim YSL di Lokasi.
Namira Ikhwani, selaku staf YSL menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar pemberian bantuan materi, tetapi juga upaya untuk mempercepat proses pemulihan anak-anak dan komunitas secara keseluruhan. “Pendampingan psikososial ini diharapkan memberi kekuatan emosional sekaligus membangun kembali rasa percaya diri anak-anak setelah mengalami peristiwa bencana berat,” ujar Namira.

Kegiatan di Desa Bulu Cina merupakan bagian dari respon luas YSL terhadap dampak banjir Sumatera, yang mencakup berbagai wilayah dan fokus pada kesejahteraan anak sebagai salah satu prioritas utama.




