YSL Berikan Pendampingan Psikososial dan Bantuan Alat Sekolah kepada 100 Anak Korban Banjir di Desa Alur Selebu, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, 30 Januari 2025 – Yayasan Srikandi Lestari (YSL) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pendampingan psikososial dan paket alat sekolah kepada 100 anak terdampak banjir di Desa Alur Selebu, kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat (30/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kesehatan mental anak-anak yang mengalami situasi darurat.

Program pendampingan dilaksanakan melalui berbagai aktivitas ramah anak, seperti permainan edukatif, mewarnai, sesi berbagi cerita, serta kegiatan yang membantu anak mengekspresikan emosi mereka setelah mengalami bencana. Selain itu, paket alat sekolah turut disalurkan kepada anak-anak terdampak guna mendukung keberlanjutan pendidikan mereka selama masa pemulihan pascabencana.

Sumiati Surbakti, Direktur YSL menyampaikan bahwa anak-anak termasuk kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Ketakutan, kehilangan rasa aman, hingga terganggunya aktivitas belajar dapat berdampak pada kondisi psikologis mereka jika tidak segera ditangani.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap merasa didukung dan tidak menghadapi trauma sendirian. Pendampingan psikososial menjadi langkah penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman,” ujar Sumiati.

Selain membantu anak-anak, kegiatan ini juga melibatkan orang tua dan masyarakat setempat agar proses pemulihan berjalan lebih komprehensif. Dukungan komunitas dinilai berperan penting dalam membangun kembali ketahanan sosial setelah bencana.

Banjir yang melanda Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa hujan deras pada 25–27 November dipicu oleh kemunculan Siklon Tropis Senyar di sekitar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sehingga menyebabkan curah hujan sangat ekstrem.

Data kebencanaan menunjukkan intensitas hujan di Aceh bahkan mencapai sekitar 411 milimeter per hari—angka yang tergolong sangat tinggi dan menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah terdampak.

Wilayah pesisir timur Aceh disebut sebagai daerah yang mengalami dampak paling parah akibat fenomena tersebut, mengingat tingginya curah hujan dalam waktu singkat yang memicu meluapnya sungai serta genangan luas di permukiman warga.

Situasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan korban bencana. Intervensi yang menyasar kebutuhan psikologis anak menjadi langkah strategis untuk mencegah dampak jangka panjang, sekaligus membantu mereka kembali ke rutinitas.

YSL berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan berkelanjutan bagi warga Desa Alur Selebu. Ke depan, diperlukan dukungan berbagai pihak agar masyarakat terdampak dapat bangkit lebih kuat serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa.

Melalui kegiatan ini, YSL menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak krisis iklim dan bencana alam, sekaligus mendorong upaya pemulihan yang berpusat pada manusia, terutama anak-anak sebagai generasi masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Review My Order

0

Subtotal