YSL Berikan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender dan Bantuan Pangan bagi Korban Bencana di Desa Bandar Khalipah

Aceh Tamiang, 30 Januari 2025 – Yayasan Serasi Lestari (YSL) memberikan edukasi mengenai Kekerasan Berbasis Gender (KBG) yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan pangan bagi 90 ibu-ibu terdampak bencana di Desa Bandar Khalipah pada Jumat (30/01). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, tentang risiko kekerasan yang kerap meningkat dalam situasi darurat dan pascabencana melalui sesi sharing, dan diskusi buku saku.

Dalam kondisi bencana, kerentanan terhadap kekerasan berbasis gender cenderung meningkat akibat terganggunya sistem perlindungan sosial, keterbatasan ruang aman, serta tekanan ekonomi dan psikologis yang dialami keluarga terdampak. Situasi pengungsian yang padat, minim privasi, dan bercampurnya berbagai kelompok usia serta latar belakang sering kali menciptakan ruang yang tidak aman bagi perempuan dan anak.

Pengetahuan mengenai KBG menjadi sangat penting agar masyarakat mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, memahami hak-hak korban, serta mengetahui langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dan mencari bantuan. Tanpa pemahaman yang memadai, banyak kasus kekerasan berisiko tidak terlaporkan dan dianggap sebagai hal yang “wajar” dalam situasi krisis.

Dalam sesi edukasi, Dewi Hairani, manager of program, menjelaskan bahwa kekerasan berbasis gender dapat terjadi dalam berbagai bentuk di masa pascabencana. Di lokasi pengungsian, perempuan dan anak perempuan berisiko mengalami pelecehan verbal maupun nonverbal akibat kurangnya penerangan dan pengawasan. Selain itu, meningkatnya stres dan tekanan ekonomi dalam keluarga juga dapat memicu kekerasan dalam rumah tangga.

Kondisi ketergantungan terhadap bantuan, distribusi logistik yang tidak sensitif gender, hingga akses terbatas terhadap layanan pengaduan turut memperbesar kerentanan perempuan. Dalam beberapa kasus, perempuan merasa takut melapor karena khawatir akan stigma sosial atau kehilangan dukungan di tengah situasi darurat.

Melalui edukasi ini, YSL mengajak peserta untuk mengenali tanda-tanda KBG, memahami bahwa kekerasan bukanlah hal yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, serta mendorong keberanian untuk saling menjaga dan melapor apabila terjadi kekerasan.

Selain edukasi KBG, YSL juga memberikan ruang diskusi dan dukungan psikososial bagi peserta, khususnya perempuan, untuk berbagi pengalaman dan memperkuat dukungan satu sama lain. Pendekatan ini bertujuan membangun rasa aman, solidaritas, dan kepercayaan diri di tengah situasi pemulihan yang penuh tantangan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar, YSL turut menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi rumah tangga sekaligus mengurangi tekanan yang berpotensi memicu konflik dan kekerasan dalam keluarga.

Direktur YSL, Sumiati Surbakti menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek perlindungan dan keadilan gender. “Pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan seiring dengan upaya membangun kesadaran dan perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan,” ujarnya.

Melalui kegiatan di Desa Banda Khalipah, YSL berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender, terutama dalam situasi krisis. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, saling peduli, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

Ke depan, YSL berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemulihan yang tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat, sebagai bagian dari upaya membangun komunitas yang tangguh dan berkeadilan pascabencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Review My Order

0

Subtotal