
Bandar Khalipah, Aceh — Tidak ada yang lebih menenangkan daripada mendengar tawa anak-anak kembali memenuhi udara desa yang sebelumnya diliputi kecemasan. Beberapa waktu lalu, bencana telah mengubah ritme kehidupan di Bandar Khalipah, membawa ketidakpastian, membatasi ruang bermain, dan menyisakan cerita yang mungkin terlalu berat bagi anak-anak untuk dipahami. Namun hari itu berbeda. Warna-warna cerah, lagu-lagu riang, dan cerita penuh imajinasi perlahan menghadirkan kembali kehangatan yang sempat memudar.
Yayasan Srikandi Lestari (YSL) datang dengan satu tujuan sederhana namun bermakna, yaitu memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk menjadi anak-anak, bahkan setelah melewati pengalaman yang tidak mudah.
Ketika Bermain Menjadi Cara untuk Pulih
Halaman kegiatan berubah menjadi ruang ekspresi. Anak-anak duduk berkelompok dengan kertas gambar di pangkuan mereka, sementara kotak-kotak krayon berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Ada yang langsung menggambar rumah dengan taman luas, ada pula yang sibuk mewarnai langit dengan gradasi biru terang, seolah ingin menghadirkan kembali hari yang cerah.
Bagi orang dewasa, mewarnai mungkin terlihat sebagai aktivitas biasa. Namun bagi anak-anak penyintas bencana, menggambar adalah cara alami untuk mengurai rasa takut dan kebingungan. Tanpa harus menjelaskan apa yang mereka rasakan, warna-warna itu telah berbicara.
Para relawan mendampingi dengan lembut, memberi ruang tanpa banyak mengarahkan. Sesekali terdengar pertanyaan ringan, tentang gambar favorit atau warna kesukaan, yang tanpa disadari membantu anak membuka diri kembali.
Dongeng yang Menumbuhkan Keberanian
Ketika sesi mendongeng dimulai, anak-anak segera merapat, membentuk lingkaran kecil. Mata mereka mengikuti setiap gerakan pencerita yang dengan penuh semangat menghidupkan tokoh-tokoh dalam kisah.
Di sela cerita tentang keberanian dan persahabatan, tawa kecil pecah. Untuk beberapa saat, kenangan tentang bencana seakan menjauh, tergantikan oleh petualangan imajinatif yang menenangkan.
Dongeng memiliki kekuatan yang sering diremehkan, ia memberi anak harapan tanpa harus menggurui, mengajarkan bahwa masa sulit bukanlah akhir dari segalanya.
Lagu yang Menyatukan Kembali Keceriaan
Menjelang siang, suasana semakin hidup ketika musik mulai terdengar. Anak-anak bertepuk tangan mengikuti irama, beberapa bernyanyi lantang, sementara yang lain tertawa melihat teman-temannya bergerak penuh semangat.
Bernyanyi bersama bukan hanya soal lagu, ia menghadirkan rasa kebersamaan. Dalam momen itu, anak-anak tidak lagi merasa sendiri, mereka adalah bagian dari kelompok yang saling menguatkan.
Beberapa orang tua yang menyaksikan dari kejauhan tampak tersenyum lega. Melihat anak kembali ceria adalah pertanda bahwa luka perlahan mulai sembuh.
Mengapa Anak Perlu Didahulukan?
Dalam setiap bencana, anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap dampak psikologis. Rutinitas yang tiba-tiba berubah, rasa aman yang terganggu, hingga atmosfer kepanikan di sekitar mereka dapat meninggalkan jejak emosional yang tidak selalu terlihat.
Tanpa dukungan yang tepat, pengalaman tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, bahkan perkembangan mereka ke depan. Karena itulah, menghadirkan ruang aman, tempat anak bisa bermain, tertawa, dan berekspresi, menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
YSL memahami bahwa membangun kembali desa bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, tetapi juga tentang merawat harapan generasi yang akan melanjutkan kehidupan komunitas ini.
Bantuan Pangan, Dukungan Nyata bagi Keluarga
Selain kegiatan psikososial, YSL turut menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga terdampak. Dukungan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan emosional anak tidak dapat dipisahkan dari stabilitas keluarga.
Ketika kebutuhan dasar lebih terjamin, orang tua memiliki ruang bernapas yang lebih lega, dan anak-anak pun dapat tumbuh dalam lingkungan yang terasa lebih aman.
Dari Bandar Khalipah, Harapan Itu Terlihat Nyata
Menjelang kegiatan berakhir, satu hal terasa jelas: keceriaan anak-anak bukan sekadar momen sesaat. Ia adalah tanda ketahanan, bahwa bahkan setelah masa sulit, harapan selalu menemukan jalannya.
Di atas lembar-lembar gambar yang kini penuh warna, tersimpan pesan sederhana namun kuat: badai boleh datang, tetapi masa kecil tetap layak dirayakan.
Melalui langkah kecil seperti menghadirkan cerita, warna, dan lagu, YSL percaya bahwa pemulihan sejati dimulai dari hati yang kembali berani merasa bahagia.
Dan hari itu, di Bandar Khalipah, kebahagiaan itu terlihat nyata, terpancar dari senyum anak-anak yang sekali lagi mengingatkan kita bahwa setelah setiap bencana, selalu ada kesempatan untuk memulai kembali.




