
Langkat — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) menggelar kegiatan sosialisasi bagi penerima manfaat bantuan sumur bor di Madrasah Ibtidaiyah Lubuk Kertang pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya dikalangan pelajar, terkait dampak operasional PLTU Pangkalan Susu terhadap lingkungan dan krisis air bersih.
Dalam pemaparannya, YSL menjelaskan bahwa pembakaran batubara di PLTU Pangkalan Susu berkontribusi langsung terhadap krisis air melalui pencemaran emisi seperti sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), dan debu. Selain itu, penggunaan air dalam jumlah besar untuk proses pendinginan dan boiler turut memperburuk kondisi sumber daya air di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi YSL, ditemukan sejumlah dampak serius terhadap lingkungan. Limbah cair dari aktivitas PLTU diketahui mencemari sumber air di sekitar, sementara polusi udara dari pembakaran batubara berpotensi kembali ke tanah dan perairan melalui hujan asam, sehingga menurunkan kualitas air bersih. Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat di sekitar kawasan, yang mengalami penurunan akses terhadap air layak konsumsi.

YSL juga mengungkapkan bahwa krisis air bersih telah terjadi di wilayah ring 1 PLTU. Masyarakat bahkan tidak lagi dapat memanfaatkan air hujan karena diduga telah terpapar zat berbahaya dari emisi pembakaran. Situasi ini turut memicu gangguan kesehatan akibat paparan residu limbah.
Program Manager YSL menyampaikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan dukungan penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama di lingkungan sekolah. Sebagai langkah solusi, YSL mendorong inisiatif pembangunan sumur bor guna menyediakan akses air bersih yang lebih aman bagi komunitas terdampak.
Selain itu, YSL menekankan pentingnya peralihan menuju energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan biomassa dari limbah kelapa sawit, guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan dampak pencemaran lingkungan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, YSL berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat serta mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam mengatasi krisis air bersih dan dampak lingkungan di wilayah sekitar PLTU Pangkalan Susu.





