
Bulu Cina, 9 Juni 2025 —Tim Yayasan Srikandi Lestari (YSL) berkesempatan melakukan audiensi bersama Kepala Desa Bulu Cina, Hamparan Perak, Deli Serdang dalam upaya membuka ruang diskusi terkait perlindungan sosial yang lebih inklusif, terutama bagi kelompok internal migran yang kini menjadi bagian dari masyarakat desa maupun yang berpindah desa.
Dalam pertemuan YSL menyampaikan pentingnya memperluas cakupan perlindungan sosial kepada kelompok rentan yang sering terabaikan dalam sistem distribusi bantuan — salah satunya adalah para migran internal, yakni warga yang berpindah dari wilayah lain dan kini tinggal serta mengandalkan penghidupan di Bulu Cina. Konsep ini juga berlaku bagi mereka yang berpindah ke luar desa Bulu Cina namun secara administrasi masih tercatat di desa tersebut. Mereka sering kali tidak terdata sebagai warga penerima manfaat, meski menghadapi kerentanan ekonomi yang tidak kalah berat.
Kepala Desa Bulu Cina menyambut baik diskusi ini, namun juga mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah desa lebih cenderung menyukai bantuan sosial yang sifatnya konkret dan langsung terasa manfaatnya. Program-program seperti bantuan pertanian, alat produksi, atau sarana penunjang ekonomi dianggap lebih efektif oleh pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau bisa bantuan itu nyata. Misalnya alat pertanian, bibit pohon atau bantuan pupuk. Warga lebih terbantu kalau ada yang bisa langsung digunakan untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Kepala Desa dalam percakapan.
Meski begitu, audiensi ini menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat pemahaman bersama bahwa perlindungan sosial tidak hanya soal bantuan tunai atau sembako, melainkan juga soal pengakuan terhadap identitas dan hak setiap orang yang hidup di desa, termasuk mereka yang datang dari tempat lain dan kini menjadi bagian dari komunitas lokal.
YSL berharap ke depan akan ada skema kolaborasi yang bisa menjembatani kebutuhan riil masyarakat desa dengan pendekatan perlindungan sosial yang berkeadilan dan berbasis data inklusif. Karena sejatinya, membangun desa yang tangguh dimulai dari keberpihakan kepada semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Kegiatan ini di dukung oleh People’s Courage International, sebuah lembaga yang fokus pada perlindungan sosial bagi internal migran.