Pelatihan Eco Print: Menanam Kesadaran Lingkungan Lewat Karya

Langkat, Sumatera Utara — 20 Februari 2024
Sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan, Yayasan Srikandi Lestari mengadakan pelatihan eco print yang diikuti oleh perempuan komunitas dari wilayah sekitar Pangkalan Susu. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan metode pewarnaan alami pada kain menggunakan dedaunan dan bunga lokal, sekaligus sebagai langkah konkret menuju gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pelatihan berlangsung selama dua hari di balai komunitas desa, dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta belajar mengenali jenis-jenis tanaman yang bisa digunakan untuk eco print, teknik pemindahan motif daun ke kain, serta proses fiksasi warna yang ramah lingkungan.

“Kami ingin perempuan di komunitas memiliki pengetahuan dan keterampilan baru yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tapi juga berakar pada prinsip pelestarian alam,” ujar Nurhayati, fasilitator dari yang merupakan salah satu anggota kelompok.

Eco print menjadi salah satu bentuk perlawanan simbolik terhadap pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak PLTU dan energi kotor lainnya. Melalui karya seni kain alami ini, perempuan komunitas diajak untuk mengenal kembali potensi alam sekitar sekaligus memperjuangkan alternatif masa depan yang bersih dan adil.

Selain aspek teknis, pelatihan ini juga disisipi diskusi mengenai keadilan iklim, keterhubungan antara aktivitas industri energi fosil dan dampaknya terhadap perempuan, serta pentingnya ekonomi berbasis alam yang berkeadilan gender.

“Saya baru tahu kalau daun jati bisa jadi motif seindah ini. Kalau bisa dijual, ini bisa bantu ekonomi keluarga,” ujar Ibu Asnah, salah satu peserta pelatihan.

Yayasan Srikandi Lestari berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan kemandirian komunitas berbasis keterampilan ramah lingkungan. Rencananya, pelatihan lanjutan akan dilakukan untuk memperluas jejaring pemasaran hasil eco print, serta memperkuat posisi perempuan sebagai penjaga lingkungan di garis depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top