Pelatihan Paramedia: Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa dan Masyarakat dalam Produksi Media

Medan – Yayasan Srikandi Lestari (YSL) kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan pemuda dan masyarakat melalui pelatihan paramedia yang berlangsung pada 20-22 Juli 2023 di Ayam Penyet Jakarta Gatot Subroto. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 20 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum, dengan tujuan meningkatkan keterampilan mereka dalam produksi media.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang media, mulai dari video jurnalistik, pembuatan film pendek, hingga penulisan jurnalistik. Kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidangnya, yaitu Deva Armaya yang membawakan materi Video Jurnalistik, Diana Saragih dengan materi Film Pendek, dan Ahmad Rafi yang mengupas teknik menulis Jurnalistik.

Menurut Sumiati selaku panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk mendorong kreativitas dan keberanian peserta dalam menyuarakan isu-isu sosial melalui media. “Dengan memahami teknik produksi media, kami berharap peserta mampu mengemas isu-isu yang ada di masyarakat secara lebih menarik dan faktual,” ujarnya.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah materi Video Jurnalistik dari Deva Armaya. Ia menekankan pentingnya kepekaan dalam menangkap momen dan teknik dasar pengambilan gambar yang dapat memperkuat narasi. “Video jurnalistik yang baik tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga mengajak audiens berpikir lebih dalam tentang isu yang diangkat,” ungkap Deva.

Tak kalah menarik, Diana Saragih juga memberikan perspektif kreatif dalam membuat film pendek yang mampu menyampaikan pesan sosial secara visual. “Film pendek dapat menjadi medium yang efektif dalam menyuarakan isu masyarakat, terutama jika dikemas dengan cerita yang kuat dan visual yang menarik,” tutur Diana.

Ahmad Rafi menutup rangkaian pelatihan dengan sesi penulisan jurnalistik. Ia memberikan kiat praktis dalam menulis berita yang akurat dan menarik perhatian pembaca. “Teks jurnalistik harus lugas, padat, dan mampu menyampaikan esensi peristiwa dengan jelas,” jelasnya.

Peserta menyambut pelatihan ini dengan antusias, terlihat dari interaksi aktif selama sesi dan produk media yang berhasil mereka buat sebagai hasil praktik. Salah satu peserta, Muaz, mengaku kegiatan ini sangat membantunya memahami teknik dasar produksi media. “Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung dalam membuat konten jurnalistik dan film, yang sangat berguna bagi kami yang baru belajar,” katanya.

Melalui kegiatan ini, YSL berharap dapat membekali generasi muda dan masyarakat umum dengan keterampilan media yang dapat mendukung kampanye sosial dan advokasi masyarakat secara lebih efektif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top