1.730 Korban Bencana Terima Layanan Psikososial dan Bantuan Kemanusiaan di Dua Provinsi

Sumatera Utara, 7 February 2026 – Upaya pemulihan pascabencana terus dilakukan oleh Yayasan Srikandi Lestari melalui berbagai program yang berfokus pada kebutuhan dasar sekaligus kesehatan mental masyarakat. Dalam rangka mendukung proses tersebut, sebanyak 945 anak menerima layanan psikososial, sementara 785 ibu-ibu korban bencana memperoleh bantuan pangan berupa paket sembako. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah wilayah terdampak, yaitu Desa Sukajadi, Kampung Kesehatan, Tanjung Karang, Desa Pulo Tiga, Bandar Khalipah, dan Desa Alur Selebuh di Kabupaten Aceh Tamiang, serta Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Desa Bulu Cina Kabupaten Deli Serdang per Januari 2026.

Layanan psikososial bagi anak-anak dirancang sebagai ruang aman untuk membantu mereka mengekspresikan perasaan, mengurangi kecemasan, dan perlahan membangun kembali rasa percaya diri setelah mengalami situasi sulit. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan yang ramah anak, seperti bermain bersama, aktivitas edukatif, serta pendampingan kelompok. Tawa yang mulai terdengar di sela-sela kegiatan menjadi tanda sederhana namun penting bahwa proses pemulihan sedang berjalan.

Para relawan menekankan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik. Dalam kondisi pascabencana, anak-anak kerap menghadapi perubahan lingkungan yang mendadak, kehilangan rutinitas, bahkan rasa tidak aman. Oleh karena itu, kehadiran layanan psikososial diharapkan dapat membantu mereka kembali menjalani hari-hari dengan lebih tenang.

Selain anak-anak, perhatian juga diberikan kepada para ibu yang menjadi salah satu kelompok paling terdampak dalam situasi krisis. Sebanyak 735 paket sembako disalurkan untuk membantu menjaga ketahanan pangan keluarga. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memberikan kepastian bahwa kebutuhan dasar tetap dapat terpenuhi di tengah masa pemulihan.

Tak hanya bantuan pangan dan psikososial, masyarakat juga menerima lampu solar panel sebagai solusi penerangan yang berkelanjutan di Desa Suka Jadi, dan Besitang, Langkat. Kehadiran lampu berbasis tenaga surya ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman pada malam hari sekaligus mendukung aktivitas warga ketika akses listrik belum sepenuhnya stabil.

Anak-anak di wilayah terdampak juga turut menerima peralatan sekolah yang terdiri dari tas, buku tulis, pulpen, mainan edukatif, dan perlengkapan belajar lainnya. Bantuan ini menjadi dorongan penting agar mereka tetap semangat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat keterbatasan sarana.

Bagi banyak keluarga, dukungan seperti ini bukan sekadar bantuan materi. Ia menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit sendirian. Proses pemulihan memang membutuhkan waktu, namun langkah-langkah kecil yang konsisten dapat membantu masyarakat bangkit secara bertahap.

Melalui rangkaian program ini, diharapkan kebutuhan mendesak warga dapat terpenuhi sekaligus memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi tantangan ke depan. Pendekatan yang menggabungkan bantuan fisik dan dukungan emosional menjadi bagian penting dalam memastikan pemulihan berlangsung lebih menyeluruh, tidak hanya membangun kembali tempat tinggal, tetapi juga harapan.

Di tengah derasnya arus dan lumpur yang sempat melumpuhkan harapan, uluran tangan para donor hadir seperti cahaya yang menuntun banyak keluarga untuk kembali berdiri. Bantuan yang diberikan bukan sekadar barang atau angka, melainkan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan.

Kami menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak yang telah berbagi, baik melalui doa, tenaga, maupun dukungan materi. Setiap kontribusi menjadi pengingat bahwa dalam situasi tersulit sekalipun, kita tidak pernah benar-benar sendiri.

Semoga kebaikan yang telah ditanam hari ini berbuah keberkahan, dan menjadi kekuatan bagi para penyintas untuk menata kembali langkah mereka menuju hari esok yang lebih baik. Bersama, kita membuktikan bahwa gotong royong tetap hidup, dan harapan selalu menemukan jalannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Review My Order

0

Subtotal