Workshop Systems Practice & PESTLE Tools untuk Dorong Kolaborasi Multi-Pihak di Sumatera Utara

Medan, 7 Agustus 2025 – Yayasan Fondasi Hidup Indonesia sukses menggelar Workshop Systems Practice dengan Stakeholders yang dipadukan dengan pelatihan Analisa Konteks Menggunakan PESTLE Tools pada 6–7 Agustus 2025 di Hotel Grandhika, Medan. Kegiatan ini menghadirkan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, NGO/LSM, sekolah (guru dan siswa), orang tua/masyarakat, hingga penyedia layanan kesehatan jiwa.

Workshop ini merupakan rangkaian pertama dari empat seri pertemuan yang telah dirancang. Pada tahap awal ini, peserta difokuskan pada pengenalan Systems Practice, pemaparan hasil analisa PESTLE, penentuan sistem fokus, dan perumusan visi transformasi sistem (Guiding Star).

“Tujuan utama kami adalah membangun pemahaman yang mendalam tentang bagaimana sebuah sistem bekerja, siapa saja aktor yang terlibat, serta hubungan antar faktor yang memengaruhinya. Dari situ, kita dapat merancang intervensi yang relevan dan berdampak besar,” jelas Krisman, salah satu fasilitator dari FH indonesia.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan analisis PESTLE — metode yang menguraikan faktor Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya, Teknologi, Legal, dan Lingkungan yang memengaruhi suatu sistem. Studi kasus yang diangkat adalah situasi Kabupaten Langkat berdasarkan data Langkat dalam angka, dengan tambahan pembahasan menggunakan SWOT Analysis terkait permasalahan di Kabupaten Langkat.

Peserta melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi aset, hambatan, dan peluang yang ada, lalu mempresentasikan hasilnya. Hasil sesi ini menjadi fondasi analisa sistem pada tahap selanjutnya.

Hari kedua difokuskan pada penerapan Systems Practice untuk menangani permasalahan kompleks. Melalui Iceberg Model, peserta diajak menggali lapisan-lapisan masalah, mulai dari kejadian yang tampak, pola dan tren, struktur sistem, hingga model mental yang menggerakkannya.

Fasilitator menekankan keunggulan Systems Practice, antara lain: pemahaman holistik, desain solusi sistemik, perubahan berkelanjutan, pelibatan semua pihak, pembangunan ketahanan, alokasi sumber daya yang efektif, dan perbaikan berkesinambungan.

Selain itu, peserta mempelajari konsep systems of interest dan systems boundaries untuk menentukan fokus analisa. Tahap ini dilanjutkan dengan penyusunan Guiding Star sebagai visi transformasi jangka panjang, serta Near Star sebagai indikator capaian jangka pendek.

Dalam sesi diskusi, seluruh peserta menyepakati bahwa isu prioritas di Kabupaten Langkat yang akan dibedah lebih lanjut adalah “pengangguran.” Fokus pembahasan kemudian dipersempit menjadi “Sistem Pendidikan dan Pelatihan yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Langkat.”

Hasil dari pertemuan ini bukan hanya pemahaman teori, tetapi juga peta awal sistem yang akan menjadi dasar perencanaan aksi. Pertemuan kedua yang akan datang akan membahas secara lebih detail analisa faktor-faktor yang bekerja dalam sistem serta hubungan sebab-akibatnya.

Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan rangkaian workshop ini dapat menciptakan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Langkat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top