
Bulu Cina, Deli Serdang, (5 September 2025) – Komitmen Yayasan Srikandi Lestari (YSL) dalam mengarusutamakan peran perempuan dalam isu lingkungan kembali ditunjukkan melalui suksesnya penyelenggaraan Pelatihan Gender dan Sumber Daya Alam pada tanggal 4-5 September 2025. Pelatihan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga di Desa Bulu Cina, menciptakan suasana yang lebih akrab dan partisipatif bagi lebih dari 20 peserta yang merupakan kaum perempuan.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama yaitu Ibu Mimi Surbakti, Direktur Yayasan Srikandi Lestari sendiri. Dalam paparannya yang inspiratif, Ibu Mimi Surbakti secara lugas menjelaskan keterkaitan erat antara isu gender dan keberlanjutan sumber daya alam. “Perempuan, dengan peran sentralnya dalam rumah tangga dan komunitas, memiliki pengetahuan lokal yang tak ternilai tentang lingkungan sekitar. Merekalah yang paling merasakan dampak langsung dari kerusakan lingkungan, dan oleh karena itu, merekalah kunci utama dalam upaya konservasi,” tegas Ibu Mimi. Beliau juga menyoroti pentingnya pelibatan perempuan dalam setiap tahapan pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam, dari tingkat desa hingga kebijakan yang lebih luas.

Sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Ibu Mimi Surbakti berlangsung hangat, di mana para peserta aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola sumber daya alam di kehidupan sehari-hari. Banyak peserta yang mengungkapkan bahwa pelatihan ini telah membuka wawasan baru tentang potensi besar yang mereka miliki sebagai perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami jadi lebih percaya diri untuk ikut serta dalam program-program lingkungan. Selama ini kami merasa hanya bisa bekerja di dapur, tapi ternyata kami juga bisa menjadi penjaga alam,” ujar Ibu Aminah, salah seorang peserta dengan antusias.
Diharapkan, melalui pelatihan yang difasilitasi oleh Yayasan Srikandi Lestari ini, kesadaran dan kapasitas perempuan Bulu Cina dalam isu gender dan lingkungan akan semakin meningkat. Ini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan perempuan agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam mendukung kegiatan kelompok “Lili Lestari” yang baru saja terbentuk, demi terwujudnya Bulu Cina yang lestari dan sejahtera.