Yayasan Srikandi Lestari Jajaki Kolaborasi dengan BP3MI Sumut untuk Edukasi Pekerja Migran

Medan, 17 Juli 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) melakukan audiensi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Wilayah Sumatera Utara dalam rangka mendorong kolaborasi edukatif bagi calon pekerja migran. Pertemuan berlangsung hangat di kantor BP3MI Sumut dan dibuka oleh Kepala BP3MI, Harot Simamora.

Dalam sambutannya, Harot menegaskan misi utama BP3MI yakni melindungi pekerja migran, baik sebelum maupun setelah penempatan. Ia menjelaskan bahwa pekerja migran wajib melalui serangkaian proses administrasi seperti pengurusan visa dan paspor serta mengikuti orientasi pra-pemberangkatan. “Ketika mereka bermasalah di negara penempatan, itu tetap menjadi tanggung jawab kami. Bahkan setelah pulang, kami hadir melalui program pemberdayaan hingga rehabilitasi sosial,” ujarnya.

Perwakilan YSL dalam pertemuan tersebut menyampaikan kekhawatiran atas maraknya migrasi ilegal akibat tekanan ekonomi dan lingkungan. “Kami banyak menemui kasus warga yang bekerja ke luar negeri tanpa izin resmi. Ada yang honorariumnya diambil agen, bahkan ada yang disekap. Edukasi menjadi sangat penting,” ujar Sumiati, direktur eksekutif YSL.

YSL menekankan perlunya kolaborasi dengan BP3MI dalam upaya menyebarluaskan informasi yang benar tentang prosedur migrasi aman kepada masyarakat, khususnya di desa-desa terdampak krisis lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, BP3MI menyambut baik inisiatif YSL dan membuka peluang kolaborasi ke depan. “Kami sangat mengapresiasi. Namun karena BP3MI baru naik level dan anggaran masih terbatas, kegiatan sosialisasi mungkin baru bisa dilaksanakan tahun depan,” jelas Harot. Ia juga menyebut pentingnya mendorong Peraturan Desa (Perdes) tentang pekerja migran sebagai instrumen perlindungan yang lebih konkret di tingkat lokal.

YSL menawarkan fasilitas posko sebagai ruang edukasi alternatif dan siap menjalin komunikasi lanjutan. Dukungan pun datang dari pihak kepala desa yang hadir dalam pertemuan tersebut, yang menyatakan bahwa program desa migran tengah dijalankan dan membutuhkan Perdes sebagai syarat utama pelaksanaannya.

Audiensi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjajaki kolaborasi lanjutan, demi menciptakan migrasi yang aman, legal, dan manusiawi di tengah berbagai tantangan sosial dan lingkungan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top