Yayasan Srikandi Lestari Temukan 1.000 lebih Internal Migran Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah di Langkat dan Deli Serdang

Sumatera Utara, Agustus 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) melaporkan hasil survei terbaru terkait kondisi internal migran di sejumlah wilayah pesisir dan pedesaan di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Survei yang dilakukan sejak Juni hingga Agustus 2025 ini menemukan setidaknya 1.000 orang lebih internal migran yang hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan sosial, program perlindungan tenaga kerja, maupun fasilitas pendukung lainnya.

Internal migran yang dimaksud adalah warga yang terpaksa berpindah dari daerah asal ke wilayah lain di dalam negeri karena berbagai faktor. Survei YSL menunjukkan penyebab dominan migrasi antara lain:

  • Kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri ekstraktif seperti PLTU, tambang, dan konversi lahan yang memicu menurunnya kualitas udara, air, serta lahan pertanian.
  • Krisis ekonomi lokal, di mana hasil pertanian dan perikanan menurun drastis sehingga warga kehilangan mata pencaharian utama.
  • Minimnya jaminan kesejahteraan dan keterbatasan pemerintah daerah dalam menyediakan program pemberdayaan atau alternatif pekerjaan yang layak.

Akibatnya, banyak keluarga harus berpindah tempat tinggal untuk mencari penghidupan baru, seringkali ke wilayah perkotaan atau sentra industri dengan kondisi kerja yang tidak menentu. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak terdata secara resmi di daerah tujuan maupun di daerah asal, sehingga terlewat dari pendataan bantuan pemerintah.

“Hasil survei kami menunjukkan adanya kesenjangan besar antara kebutuhan dan kebijakan. Banyak migran tidak terdaftar dalam database pemerintah karena status kependudukan yang tidak diperbarui, sehingga otomatis terlewat dari program bantuan,” ujar Dewi, perwakilan YSL.

Survei dilakukan melalui wawancara langsung di titik-titik migrasi, seperti pelabuhan kecil, kawasan industri, dan perkampungan nelayan. Temuan lain menunjukkan bahwa sebagian besar internal migran menghadapi masalah mendesak, antara lain sulitnya mengakses layanan kesehatan, tidak adanya jaminan pekerjaan layak, serta hambatan administratif seperti ketiadaan dokumen kependudukan yang sesuai.

YSL menegaskan bahwa temuan ini akan dijadikan dasar untuk mendorong pemerintah melakukan pendataan ulang, memperluas jangkauan program bantuan, dan memastikan tidak ada kelompok rentan yang terabaikan. Selain itu, YSL berencana membentuk jaringan relawan lokal untuk membantu para internal migran mengakses informasi dan layanan yang mereka butuhkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top