
Medan, 8 Agustus 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) melakukan audiensi dengan Dompet Dhuafa Waspada (DDW) Medan pada Jumat, 8 Agustus di Kantor DDW Medan. Pertemuan ini bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus melakukan sinkronisasi data dan program demi memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat rentan.
Dalam pertemuan ini, Direktur YSL, Sumiati, menjelaskan bahwa lembaganya telah melakukan pendataan warga di tingkat tapak, khususnya kelompok tidak mampu yang terdampak berbagai masalah sosial dan lingkungan. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1.000 warga yang terdiri dari janda, nelayan, petani, serta korban kekerasan seksual. “Kelompok ini membutuhkan dukungan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga pendidikan, peningkatan pengetahuan, pelatihan keterampilan, dan bentuk dukungan lainnya agar dapat kembali hidup layak,” ujarnya.
Pimpinan DDW, Bapak Sulaiman, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Dompet Dhuafa Waspada terbuka untuk bersinergi dalam berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pertanian, perikanan, hingga program sosial lainnya. Menurutnya, mekanisme kerja sama dapat dilakukan melalui pengajuan proposal yang lengkap dan jelas, disertai perencanaan yang terukur dan tepat guna.

Saat ini, DDW tengah menjalankan program pelatihan menjahit yang berlokasi di Kesawan. Bagi calon mitra yang ingin mengajukan program baik pelatihan atau pemberdayaan, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan, yaitu pengajuan proposal beserta jumlah peserta, verifikasi lapangan oleh tim DDW, dan sesi presentasi program sebelum pelaksanaan. Proposal tersebut juga harus memuat ketersediaan pelatih, sarana pendukung, serta jangka waktu pendampingan untuk memastikan keberhasilan program.
Selain mendukung program pemberdayaan yang bersifat produktif, DDW juga mencatat adanya tantangan pada bantuan konsumtif. Banyaknya pengajuan dari masyarakat tanpa transparansi penyaluran menjadi hambatan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, bantuan konsumtif perlu diseleksi ketat dan disertai mekanisme yang jelas agar tepat sasaran.
Di samping itu, kedua pihak juga melihat peluang kolaborasi di bidang edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dampingan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga kesejahteraan sosial dan kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, YSL akan menyusun proposal program pelatihan atau pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dampingan, sementara DDW akan melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima manfaat. Keduanya sepakat untuk menjajaki kemungkinan program bersama, termasuk co-branding, demi memperkuat keberlanjutan dan dampak dari kolaborasi tersebut.