
Medan, 26 Desember 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) menggelar Pameran Seni dan Foto Kerusakan Suaka Margasatwa Karang Gading pada Jumat (26/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus media edukasi publik mengenai kondisi ekologis Suaka Margasatwa Karang Gading yang terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Pameran ini menampilkan puluhan karya foto dokumenter hasil kolaborasi fotografer dan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan suaka margasatwa tersebut. Setiap karya merekam realitas kerusakan lingkungan, mulai dari degradasi hutan mangrove, pencemaran perairan, hingga menyusutnya ruang hidup satwa liar.
Selain itu, masyarakat juga memberikan penampilan seni berupa tarian daerah dan rangkaian musikalisasi puisi.

Direkturs YSL, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pameran ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap pentingnya perlindungan Suaka Margasatwa Karang Gading. Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, terutama perempuan nelayan.
“Melalui seni dan foto, kami ingin menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang lebih menyentuh dan mudah dipahami. Apa yang terjadi di Karang Gading hari ini adalah cermin dari krisis ekologis yang sedang kita hadapi bersama,” ujarnya.

Selain pameran, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi singkat bersama komunitas dampingan YSL, remaja, advokat, serta aktivis lingkungan. Diskusi tersebut membahas upaya advokasi, perlindungan ekosistem mangrove, dan peran masyarakat lokal dalam menjaga kawasan konservasi.
YSL berharap pameran ini dapat mendorong lahirnya kepedulian publik yang lebih luas, sekaligus memperkuat dukungan terhadap kebijakan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan Suaka Margasatwa Karang Gading sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Sumatera Utara.




