Pelatihan Pembuatan Dodol di Desa Sei Siur Untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Melalui Hasil Hutan Bukan Kayu


Desa Sei Siur – Yayasan Srikandi Lestari (YSL) terus berkomitmen dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat terdampak melalui program pemberdayaan berbasis sumber daya lokal. Pada ‎9 April ‎2023, YSL menggelar pelatihan pembuatan dodol dari buah pidada di Desa Sei Siur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai produk olahan bernilai ekonomi.

Buah pidada, yang merupakan salah satu hasil hutan lokal, dipilih sebagai bahan utama pembuatan dodol karena ketersediaannya yang melimpah dan potensinya sebagai produk kuliner khas daerah. Pelatihan ini diikuti oleh warga setempat dan anggota kelompok dampingan yang antusias mempelajari teknik pengolahan dodol secara tradisional namun tetap higienis dan bernilai jual.

Menurut direktur YSL, pelatihan ini merupakan upaya konkret untuk memperkuat ekonomi warga Desa Sei Siur yang terdampak perubahan lingkungan. “Kami ingin memberdayakan masyarakat dengan keterampilan yang tidak hanya mempertahankan tradisi lokal tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan mereka melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu,” ujarnya.

Para peserta dilatih mulai dari teknik dasar pengolahan buah pidada menjadi dodol, proses pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran produk agar dapat bersaing di pasar lokal. Warga Desa Sei Siur menyambut pelatihan ini dengan penuh antusias, terlebih mengingat potensi buah pidada yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Salah satu peserta, Mak Ijah, menyatakan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan ini. “Selama ini kami hanya mengonsumsi buah pidada sebagai makanan biasa, tapi ternyata bisa dibuat dodol yang lebih tahan lama dan bisa dijual. Ini sangat membantu kami untuk mencari tambahan penghasilan,” ungkapnya.

YSL berharap, dengan adanya pelatihan ini, warga dapat mengembangkan produk dodol pidada sebagai ikon kuliner lokal yang mampu memberikan dampak ekonomi positif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong warga untuk terus menggali potensi hasil hutan bukan kayu lainnya dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi desa.


Jika ada perubahan atau tambahan, silakan beri tahu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top