
Filipina 2 September 2025— Yayasan Srikandi Lestari (YSL) mempromosikan dan menjual produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) buatan komunitas dampingan mereka dalam sebuah kegiatan pameran yang digelar di salah satu universitas di Filipina. Kegiatan ini berlangsung pada bulan September dan menjadi ajang untuk memperkenalkan karya komunitas pesisir Sumatera Utara kepada audiens internasional.
Produk yang dibawa YSL meliputi dodol mangrove, eco print, dan keripik jeruju, seluruhnya dihasilkan oleh masyarakat pesisir yang terdampak krisis lingkungan, seperti abrasi, pencemaran laut, dan kerusakan ekosistem mangrove. Sebagian besar produk tersebut dibuat oleh perempuan yang selama ini terlibat dalam gerakan keadilan lingkungan, serta aktif mengolah sumber daya alam secara lestari untuk mendukung ekonomi keluarga dan komunitas.
Dalam kegiatan ini, tim YSL menata booth pameran, memberikan penjelasan kepada mahasiswa dan akademisi, hingga masyarakat umum untuk menyampaikan bagaimana pemanfaatan HHBK menjadi alternatif ekonomi bagi komunitas yang ruang hidupnya terdesak oleh kerusakan lingkungan. Pengunjung terlihat antusias mencicipi dan membeli produk sambil mendengar langsung cerita perjuangan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem mangrove.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pasar, membangun jejaring internasional, serta menyuarakan kondisi lingkungan yang dihadapi perempuan dan komunitas di Sumatera Utara. Melalui penjualan dan edukasi ini, YSL berharap semakin banyak pihak memahami bahwa produk sederhana dapat menjadi simbol perlawanan terhadap krisis ekologi, sekaligus bentuk pemberdayaan komunitas.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, YSL menegaskan komitmennya untuk terus membawa suara perempuan dan komunitas pesisir ke ruang-ruang global, serta memperkuat dukungan bagi upaya keadilan lingkungan.




