
Langkat, 2 Desember 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah pesisir Kabupaten Langkat. Melalui rangkaian aksi kemanusiaan yang dilakukan sejak akhir November hingga awal Desember, YSL menyalurkan bantuan kepada 536 orang di 6 desa dari 3 kecamatan (Tanjung Pura, Pangkalan Susu dan Brandan Barat), yaitu Desa Kwala Serapuh, Desa Kwala Langkat, Desa Pintu Air, Desa Sei Siur,Desa Lubuk Kertang, dan Desa Tanjung Pasir, yang mengalami dampak berat akibat curah hujan yang tinggi dan pasang air laut.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, bahan pangan, serta kebutuhan dasar lainnya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan harian warga selama masa tanggap darurat. Banjir yang terjadi secara berkepanjangan telah menyebabkan banyak warga kehilangan sumber penghasilan, kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, serta terisolasi akibat akses jalan dan fasilitas umum yang ikut terendam.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Pada 30 November 2025, YSL menyalurkan bantuan untuk warga Desa Kwala Serapuh. Disusul pada 1 Desember 2025, bantuan diberikan kepada masyarakat di Desa Sei Siur, Lubuk Kertang, dan Pintu Air. Terakhir, distribusi untuk Desa Kwala Langkat dilakukan pada 2 Desember 2025.
Direktur YSL, Sumiati, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami melihat langsung bagaimana warga berjuang di tengah banjir yang merendam rumah dan merusak harta benda mereka. YSL berkomitmen untuk hadir dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat ini,” ujarnya.
Data terbaru mencatat sedikitnya ±333 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Kwala Serapuh terdampak banjir, sementara ±30 KK dari Desa Pematang Cengal terpaksa mengungsi ke Kwala Serapuh sejak 29 November. Banyak warga kehilangan bahan pangan, perabotan rumah tangga, serta stok kebutuhan harian karena air masuk dengan cepat dan merendam hampir seluruh isi rumah.
“Sejak banjir masuk tanggal 27 itu, kami benar-benar kehabisan stok makanan. Air terus naik sampai hampir seleher. Baru hari ini ada bantuan masuk, dan kami sangat terbantu. Terima kasih kepada YSL yang sudah datang ke sini,” ucap Samsir, warga Kwala Serapuh.

Di wilayah Pangkalan Susu, termasuk Pintu Air, Sei Siur, dan Lubuk Kertang, banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga membuat harga pangan melonjak karena suplai logistik terganggu. Banyak masyarakat, khususnya nelayan dan buruh harian, tidak dapat bekerja akibat area kerja yang terendam.
Salah satu warga Pangkalan Susu, Nurhayati, menggambarkan kondisi sulit tersebut.
“Tiga hari ini saya tidak bisa bekerja sama sekali. Beras susah didapat, harga telur dan minyak naik sekali. Bantuan dari YSL ini sangat membantu karena kami benar-benar kepepet,” ujarnya.

Di Desa Kwala Langkat, warga hidup tanpa aliran listrik selama 10 hari sejak banjir besar disertai angin kencang melanda kawasan tersebut. Hingga 1 Desember 2025, kondisi desa masih gelap gulita karena jaringan listrik dan internet lumpuh, sehingga akses informasi terputus total.
Seorang warga, Syahrial, menuturkan bahwa bantuan dari pemerintah belum juga tiba.
“Pemerintah sampai saat ini belum memberikan bantuan apa pun kepada warga Kwala Langkat,” ujarnya.

Kondisi inilah yang membuat YSL bersama jaringan lembaga masyarakat sipil bergerak cepat menyalurkan bantuan. Paket bantuan mencakup beras, gula, minyak goreng, mi instan, telur, serta kebutuhan sanitasi seperti pembalut dan diapers, bantuan yang dinilai warga sangat dibutuhkan di tengah keterisoliran.
Meski bantuan jangka pendek telah tersalurkan, YSL menegaskan pentingnya upaya lanjutan agar warga dapat pulih dari dampak banjir. Kerusakan rumah, hilangnya pekerjaan, serta ancaman kesehatan pasca banjir masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat di enam desa tersebut.
“Bantuan hari ini adalah bentuk solidaritas awal. Namun kondisi warga pasca banjir masih membutuhkan banyak dukungan, mulai dari pemulihan ekonomi, perbaikan rumah, hingga layanan kesehatan. Kami berharap semakin banyak pihak yang turun tangan,” jelasnya.
YSL juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Yayasan Srikandi Lestari – Bank BRI: 7323-01-009079-53-2.




