Direktur Yayasan Srikandi Lestari Bedah Persoalan Energi Daerah dalam Pelatihan Media CERAH di Medan

MEDAN – Memasuki hari kedua rangkaian acaranya, Yayasan Indonesia CERAH menggelar kegiatan Media Training yang bertajuk “Strengthen Public Narrative and Media for Just Energy Transition through No New Coal Policy”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, yang bertempat di Hotel Four Points by Sheraton Medan.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para jurnalis serta jejaring lokal dalam merancang berita terkait ketergantungan batu bara dan percepatan energi terbarukan di berbagai daerah. Pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong jurnalis agar menghasilkan karya yang mendalam, berbasis data, dan berperspektif publik.

Salah satu agenda utama pada pelatihan ini adalah Sesi II yang berlangsung pada pukul 10.45 hingga 12.00 WIB. Pada sesi ini, Direktur Yayasan Srikandi Lestari, Sumiati Surbakti, secara khusus diundang untuk membahas topik krusial bertajuk “Membaca Persoalan Energi dari Daerah”.

Dalam pemaparannya, Sumiati membongkar wajah kelam operasional energi kotor di Sumatera Utara, khususnya dari dampak PLTU Pangkalan Susu dan proyek mangkrak PLTU Paluh Kurau. Ia membeberkan realita krisis kesehatan publik di Pangkalan Susu, di mana survei Yayasan Srikandi Lestari (YSL) mendapati 914 warga diduga menjadi korban polusi limbah beracun.

Sumiati juga menyoroti bagaimana masyarakat pesisir di sekitar proyek terjebak dalam siklus kemiskinan struktural. Pembuangan air bahang bersuhu 42°C terbukti menurunkan hasil tangkapan laut secara ekstrem, sementara di kawasan Paluh Kurau terjadi penyusutan 30% ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi dan habitat biota laut.

Pelatihan media dari Yayasan CERAH ini menjadi sangat krusial di tengah momentum Indonesia yang sedang menentukan arah transisi energinya. Saat ini, pemerintah telah menyampaikan ambisinya untuk mengembangkan hingga 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) beserta sistem penyimpanan energi dalam 10 tahun ke depan. Melalui kegiatan ini, jurnalis diharapkan dapat memperluas cakupan pemberitaannya, tidak hanya seputar ambisi energi nasional, namun juga dampak lokal serta peluang transisi energi di daerah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top