
Langkat, 1 April 2026 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) memberikan pendampingan kepada korban kekerasan berbasis gender (KBG) yang terdampak pasca bencana banjir yang melanda pada November 2025 lalu di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk respons YSL terhadap meningkatnya risiko kekerasan berbasis gender yang kerap terjadi di tengah situasi bencana. Kondisi darurat seperti banjir dinilai rentan memicu terjadinya berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan lainnya.
Proses pendampingan diawali dengan mendengarkan dan mencatat kronologi kejadian yang dialami oleh korban. Setelah itu, YSL melakukan koordinasi untuk menentukan jadwal pertemuan, hingga akhirnya mempertemukan korban dengan pengacara yang akan menangani kasusnya secara langsung.
Saat ini, YSL sudah melakukan konsultasi kepada 6 orang penyintas korban KBG, dan selanjutnya akan dipertemukan dengan pengacara probono secara gratis.
Melalui pendampingan ini, YSL berkomitmen untuk memastikan para korban mendapatkan perlindungan dan akses keadilan yang layak, khususnya bagi mereka yang terdampak di tengah situasi pasca bencana.




