Yayasan Srikandi Lestari Hadiri International Civil Society Week 2025 di Bangkok

Sharing Section ICSW 2025

Bangkok, 5 November 2025 —Perwakilan dari Yayasan Srikandi Lestari (YSL), menerima undangan resmi dari CIVICUS: World Alliance for Citizen Participation untuk menghadiri International Civil Society Week (ICSW) 2025 yang akan diselenggarakan pada 1–5 November 2025 di Bangkok, Thailand.

Kegiatan internasional bergengsi ini merupakan pertemuan tahunan yang menghimpun pemimpin masyarakat sipil, aktivis akar rumput, dan organisasi masyarakat dari lebih dari 100 negara. ICSW menjadi wadah bagi peserta untuk bertukar pengalaman, membangun kolaborasi lintas negara, dan merumuskan langkah nyata menghadapi tantangan global di bidang demokrasi, hak asasi manusia, serta keberlanjutan sosial. Tahun ini, ICSW mengusung tema “Celebrating Citizen Action: Reimagining Democracy, Rights, and Inclusion for Today’s World.”

Undangan yang ditandatangani oleh Claire Nylander, Chief Operating Officer CIVICUS, menilai kehadiran Yayasan Srikandi Lestari yang diwakilkan Sumiati Surbakti dan Dewi Hairani penting karena kiprahnya dalam memperjuangkan keadilan lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan kapasitas komunitas di wilayah pesisir Sumatera Utara. Melalui berbagai program, Yayasan Srikandi Lestari telah mendampingi masyarakat yang terdampak krisis lingkungan akibat aktivitas industri ekstraktif dan pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Sumiati Surbakti menyampaikan bahwa partisipasinya di ICSW menjadi momentum penting bagi YSL untuk memperluas jejaring kerja sama dan belajar dari praktik terbaik organisasi masyarakat sipil di berbagai negara.

“Kami di Yayasan Srikandi Lestari selama ini bekerja bersama komunitas perempuan pesisir dan masyarakat terdampak krisis lingkungan. Kami mengajak mereka untuk terlibat dalam aksi penyelamatan lingkungan dari industri ekstraktif melalui aksi damai di jalanan dan melakukan advokasi mengenai dampaknya bagi mereka. Advokasi kami diharapkan menjadi sebuah desakan agar masyarakat kecil memperoleh haknya,” jelas Sumiati.

Sumiati Surbakti dan Dewi Hairani dalam Acara ICSW 2025

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam forum internasional ini bukan hanya kesempatan untuk berbagi pengalaman lokal, tetapi juga memperkuat posisi masyarakat sipil Indonesia dalam percakapan global tentang demokrasi, hak warga, dan inklusi sosial.

“Kegiatan seperti ICSW sangat penting karena membuka ruang bagi organisasi kecil seperti kami untuk terhubung dengan jaringan global. Kami bisa belajar strategi advokasi, penguatan tata kelola organisasi, dan pendekatan inovatif untuk keberlanjutan gerakan masyarakat sipil. Harapannya, apa yang kami bawa pulang nanti dapat memperkuat perjuangan masyarakat di daerah,” ujar Sumiati.

CIVICUS, sebagai penyelenggara, dikenal sebagai jaringan global yang menghimpun ribuan organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia. Bersama Asia Democracy Network (ADN), CIVICUS berkomitmen untuk memperkuat solidaritas lintas negara dan memperjuangkan partisipasi warga dalam membangun dunia yang lebih adil dan inklusif.

Partisipasi YSL dalam ICSW 2025 mencerminkan semakin meningkatnya peran organisasi masyarakat sipil lokal dalam kancah internasional. Melalui keterlibatan ini, YSL berharap dapat membawa perspektif masyarakat akar rumput Indonesia ke forum global dan memperjuangkan aga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top