
Filipina, 2 September 2025 — Yayasan Srikandi Lestari (YSL) turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan GAGGA Week 2025 yang diselenggarakan sejak 29 Agustus hingga 2 September 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jaringan Global Alliance for Green and Gender Action (GAGGA) untuk memperkuat kapasitas organisasi perempuan dan komunitas akar rumput dalam memperjuangkan keadilan lingkungan dan kesetaraan gender.
Selama sepekan, GAGGA Week menghadirkan serangkaian pelatihan, diskusi, dan pembelajaran bersama dengan berbagai organisasi mitra dari berbagai negara. Dua hari pertama, 29–30 Agustus, difokuskan pada Workshop Komunikasi dan Advokasi yang dipandu oleh Grizelda “Gerthie” Mayo-Anda, Direktur Eksekutif Environmental Legal Assistance Center (ELAC).
Workshop tersebut memberikan penguatan pengetahuan bagi para peserta, termasuk perwakilan YSL, dalam menyusun strategi advokasi yang efektif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunitas dalam menghadapi ancaman dan tantangan di lapangan, terutama terkait konflik sumber daya alam, kerusakan lingkungan, dan hak masyarakat adat.
Selain itu, sesi bersama Redempto Anda dari Palawan News membahas topik “Community Empowerment in the Digital Age”, yang menyoroti bagaimana open-source intelligence (OSINT) dapat digunakan secara strategis oleh organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat advokasi mereka.
Sebagai bagian dari pembelajaran praktis, para peserta juga mengikuti simulasi dan roleplay dua situasi berbeda namun relevan dengan konteks advokasi lingkungan, yakni:
- Dialog antar pemangku kepentingan ketika perkebunan kelapa sawit mengancam wilayah adat masyarakat, dan
- Konferensi pers oleh komunitas setelah moratorium pertambangan diberlakukan.

Perwakilan YSL menyampaikan bahwa keterlibatan dalam GAGGA Week memberikan ruang bagi mereka untuk memperluas perspektif dan memperdalam strategi advokasi berbasis komunitas.
“Kami belajar banyak tentang bagaimana membangun narasi yang kuat dan strategis dalam advokasi lingkungan. Kegiatan ini juga mempertemukan kami dengan jaringan perempuan pejuang lingkungan dari berbagai negara, sehingga memperkuat solidaritas lintas wilayah,” ujar Dewi Hairani selaku perwakilan YSL.
Penutupan GAGGA Week pada 2 September 2025 berlangsung dalam suasana penuh refleksi dan semangat kolaboratif. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan catalyst bagi gerakan komunitas perempuan untuk melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan keadilan lingkungan.
Melalui partisipasinya, Yayasan Srikandi Lestari menegaskan komitmennya dalam mendorong kepemimpinan perempuan di tingkat akar rumput serta memperjuangkan hak-hak masyarakat atas lingkungan hidup yang berkelanjutan dan adil.





