Medan, Yayasan Srikandi Lestari (YSL) telah melaksanakan audiensi bersama BPDAS Wampu Sei Ular guna membahas mekanisme bantuan bibit bagi masyarakat. Pertemuan ini bertujuan untuk memperjelas prosedur pengajuan, jenis bantuan yang tersedia, serta teknis pelaksanaan penanaman dan distribusi bibit.

Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa BPDAS merupakan bagian dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Kementerian Kehutanan yang memiliki fokus pada kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Program yang dijalankan mencakup reboisasi, penanaman, serta berbagai upaya penghijauan lainnya di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Batubara, Simalungun, Deli Serdang, dan Langkat.
BPDAS menyediakan bantuan salah satunya adalah bibit produktif. Bibit produktif terdiri dari bibit populasi dan bibit unggul yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan ekonomi. Pada tahun ini, jenis bibit yang tersedia antara lain mangga, alpukat, jambu, kelengkeng, jengkol, dan pinang.
Selain itu, bantuan untuk mangrove juga tersedia, baik yang bersumber dari pemerintah maupun luar negeri. Bantuan tersebut mencakup penyediaan bibit, pembuatan lubang tanam, serta pemeliharaan selama tiga tahun. Untuk wilayah bantaran sungai, koordinasi juga dapat dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai.
Terkait mekanisme pengajuan bantuan, kelompok masyarakat diminta untuk menyampaikan surat permohonan menggunakan format yang akan disediakan oleh BPDAS. Surat tersebut harus menggunakan kop kelompok dan ditandatangani oleh ketua kelompok. Pengajuan dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kelompok di setiap desa.
Dalam pengajuan tersebut, kelompok perlu mencantumkan jenis dan jumlah bibit yang dibutuhkan, yang nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan bibit di BPDAS. Secara teknis, penanaman bibit produktif dilakukan dengan standar 200 batang per hektar dengan jarak tanam 5 x 5 meter. Lubang tanam yang disiapkan memiliki kedalaman sekitar 60 cm.
Melalui audiensi ini, YSL dan BPDAS Wampu Sei Ular berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam mendukung rehabilitasi lahan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan bibit produktif dan program penghijauan yang berkelanjutan.





