
Yayasan Srikandi Lestari (YSL) menggelar kegiatan Wellbeing dan Collective Care di Banda Aceh pada Sabtu (15/2/2026) sebagai bentuk dukungan psikososial bagi perempuan akar rumput yang selama ini berjuang melawan kerusakan hutan Suaka Margasatwa Karang Gading.
Kegiatan ini melibatkan kelompok perempuan dari Desa Pintu Air, Lubuk Kertang, dan Sei Siur, Pangkalan Susu, yang tergabung dalam komunitas Kwala Langkat dan Kwala Serapuh. Mereka adalah perempuan-perempuan pesisir yang secara langsung merasakan dampak kerusakan ekosistem mangrove di kawasan konservasi tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi yang dirancang untuk memulihkan kondisi mental dan memperkuat rasa aman, mulai dari sesi healing, relaksasi sederhana, hingga aktivitas kolektif lainnya. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen YSL bahwa perjuangan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan jiwa para perempuan yang menjalaninya.
Kegiatan bertemakan “Wellbeing & Collective Care — Pangkalan Susu: Merawat Perjuangan Perempuan Akar Rumput” ini menegaskan posisi YSL yang menempatkan perempuan bukan hanya sebagai korban kerusakan lingkungan, tetapi juga sebagai subjek yang perlu dirawat dan dipulihkan agar dapat terus berdaya dalam memperjuangkan hak-haknya.





