
Langkat, 15 Februari 2026 – Yayasan Srikandi Lestari menggelar kegiatan trauma healing psikososial dan distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir di Desa Lubuk Kertang, Desa Sei Siur, dan Desa Pintu Air, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Program tanggap darurat dan pemulihan pascabencana ini menjangkau total 252 penerima manfaat.
Sebanyak 85 anak mengikuti kegiatan trauma healing yang dirancang untuk memulihkan kondisi psikologis pascabencana. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas kreatif dan rekreatif seperti mewarnai, membuat bentuk hewan dari kertas origami, menari, serta permainan tiup balon. Kegiatan ini bertujuan mengurangi rasa takut dan kecemasan, sekaligus mengembalikan keceriaan mereka setelah mengalami situasi darurat banjir.

Selain anak-anak, sebanyak 50 ibu turut ambil bagian dalam kegiatan psikososial yang dikemas melalui aktivitas memasak dan makan bersama bubur pedas. Warga penerima manfaat dari ketiga desa tersebut juga mendapatkan makanan siap santap berupa bubur pedas sebagai bagian dari dukungan pemulihan.

Pada sesi akhir kegiatan, panitia membagikan bantuan beras kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dukungan kebutuhan pangan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih dalam tahap pemulihan.
Kegiatan ini turut didukung oleh WALHI Sumatera Utara. Sepanjang tahun 2026, Yayasan Srikandi Lestari menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan serta layanan trauma healing bagi korban bencana di wilayah Sumatera, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak.
Melalui program ini, diharapkan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan penguatan solidaritas antarwarga yang terdampak.





