
Yayasan Srikandi Lestari menggelar Seminar Pelatihan Gender dan Sumber Daya Alam di Medan, Sumatera Utara. Direktur Yayasan Srikandi Lestari, Mimi Surbakti, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor kunci di balik meningkatnya bencana tanah longsor dan banjir bandang yang melanda Sumatera, dan dalam setiap kondisi darurat, kelompok rentan selalu menjadi pihak yang paling dirugikan.
Seminar yang diselenggarakan Yayasan Srikandi Lestari ini menghadirkan Mimi Surbakti selaku narasumber utama sekaligus Direktur Yayasan. Dalam pemaparannya, ia menguraikan secara mendalam keterkaitan antara degradasi lingkungan hidup dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam di wilayah Sumatera.
Tiga poin utama paparan Mimi Surbakti
- Sumatera tengah menghadapi ancaman bencana yang semakin besar, meliputi tanah longsor, banjir bandang, dan berbagai bencana ekologis lainnya yang intensitasnya terus meningkat.
- Kerusakan lingkungan — termasuk deforestasi dan alih fungsi lahan — turut berkontribusi secara signifikan dalam memperparah terjadinya bencana-bencana tersebut.
- Dalam situasi darurat bencana, kelompok paling dirugikan adalah kelompok rentan: anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.
Mimi menjelaskan bahwa kawasan-kawasan di Sumatera yang mengalami kerusakan hutan dan perubahan tata guna lahan secara masif menjadi jauh lebih rentan saat menghadapi curah hujan tinggi. Kondisi ini memperburuk risiko longsor dan banjir yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat di lapisan paling bawah.
“Dalam keadaan darurat, yang paling dirugikan adalah kelompok rentan — anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas. Kita tidak bisa bicara soal penanganan bencana tanpa memastikan perlindungan bagi mereka.”— Mimi Surbakti, Direktur Yayasan Srikandi Lestari
Seminar ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman bahwa isu gender dan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan, khususnya dalam konteks kebencanaan. Yayasan Srikandi Lestari mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam setiap kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan penanggulangan bencana di Sumatera Utara.




