
Bali, 7 Juni 2026 – Direktur Yayasan Srikandi Lestari, Mimi Surbakti, bersama Dewi Hairani selaku Manajer Program Yayasan Srikandi Lestari, menghadiri Women’s Environmental Human Rights Defenders (WEHRD) Summit 2026 yang diselenggarakan di Bali pada 5–6 Juni 2026. Pertemuan ini mengangkat tema “Protection of Women’s Environmental Human Rights Defenders amid the Low-Emissions Economic and Energy Transition”.
WEHRD Summit 2026 menjadi ruang pertemuan bagi perempuan pembela hak asasi manusia dan lingkungan dari berbagai wilayah di Indonesia serta kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat solidaritas, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi perlindungan di tengah meningkatnya tantangan akibat transisi ekonomi dan energi rendah emisi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai panel diskusi dan lokakarya tematik yang membahas akuntabilitas lembaga pembiayaan iklim, perlindungan bagi Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia dan Lingkungan (PPHAM-Lingkungan), hingga penguatan strategi advokasi di tingkat nasional maupun internasional. Agenda kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para pembela HAM perempuan dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk kriminalisasi, intimidasi, dan kekerasan yang kerap muncul dalam konflik sumber daya alam.
Dalam kegiatan tersebut, Mimi Surbakti turut berkontribusi sebagai narasumber pada Lokakarya Tematik 7 bertemakan“Strategi Perlindungan dan Advokasi Pembela Hak Asasi Manusia dalam Konteks Pembiayaan Pembangunan dan Investasi Internasional”. Pada sesi pertukaran pengalaman mengenai strategi advokasi dan mobilisasi komunitas, Mimi Surbakti berbagi praktik baik serta pengalaman Yayasan Srikandi Lestari dalam mendampingi masyarakat, khususnya perempuan, yang terdampak oleh proyek-proyek pembangunan dan investasi.
Kehadiran Dewi Hairani sebagai Manajer Program Yayasan Srikandi Lestari juga menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring dan membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat sipil, lembaga pendukung hak asasi manusia, serta komunitas perempuan dari berbagai daerah.
Partisipasi Yayasan Srikandi Lestari dalam WEHRD Summit 2026 mencerminkan komitmen organisasi untuk terus memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan pembela lingkungan serta memastikan suara perempuan akar rumput menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan terkait transisi energi yang berkeadilan.
Melalui forum ini, Yayasan Srikandi Lestari berharap dapat memperkuat kerja-kerja advokasi dan pendampingan komunitas, sekaligus memperluas solidaritas antarperempuan pembela HAM dan lingkungan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Perempuan pembela lingkungan berada di garis depan dalam menjaga ruang hidup. Karena itu, perlindungan terhadap mereka harus menjadi tanggung jawab bersama agar transisi energi berjalan secara adil, inklusif, dan menghormati hak asasi manusia.”
Kegiatan WEHRD Summit 2026 ditutup dengan refleksi bersama mengenai pembelajaran selama forum berlangsung serta penguatan komitmen kolektif untuk terus mendukung perjuangan perempuan pembela hak asasi manusia dan lingkungan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.




