
Medan, 24 Juli 2026 – Yayasan Srikandi Lestari diundang dalam Dialog Forum Masyarakat Sipil (Civil Society Organization/CSO) yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara bersama Perkumpulan Sada Ahmo Perempuan Pembaharu (PESADA) di Aula BPBD Provinsi Sumatera Utara, Medan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan implementasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ekologis di Sumatera Utara untuk periode 2026–2028. Forum tersebut juga bertujuan memperkuat kolaborasi multipihak dalam mewujudkan proses pemulihan yang partisipatif, akuntabel, serta mengedepankan perspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
Dialog ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga media. Yayasan Srikandi Lestari menjadi salah satu organisasi masyarakat sipil yang diundang untuk memberikan kontribusi dan masukan dalam penyusunan langkah-langkah strategis percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ekologis di Sumatera Utara.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Yayasan Srikandi Lestari menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemulihan pascabencana yang inklusif, berpihak pada kelompok rentan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang.
Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyelaraskan peran dan kontribusi berbagai pihak sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ekologis di Sumatera Utara dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.




